أسرة الطلبة الأتشيين بالسودان

RSS
KELUARGA MAHASISWA ACEH (KMA) SUDAN Po. Box 12146 Khartoum Sudan 12223 E-mail: kma.sudan@gmail.com Mobile: +249927876016

Rabu, 12 Januari 2011

Suara Hati Yang Hampa

Oleh: Abizal

Gbr: http://herdy07.wordpress.com/

Di malam yang sunyi sepi, sedikitpun tak terdengar suara insan. Hanya suara jangkrik bagai musik yang memecah kesunyian malam. Cahaya bulan yang terang, bintang yang berkelip-kelip seakan-akan sedang bermain mata dengan penduduk bumi. Aku hanya bisa tersenyum geli menyaksikan semua itu.
Kesunyianpun lenyap dari hatiku. Pikiranku bagaikan lautan yang tak berombak. Tanpa terasa aku sudah terlarut dalam hayalan. Tiba-tiba aku merasakan kelopak mataku bergerak meneteskan air bening yang tanpa penyebab kehadirannya. Lama-lama air itu bertambah banyak hingga membasahi pipiku. Nafasku bergerak cepat mengikuti tetesan demi tetesan air mata yang keluar, hingga dadaku terasa sesak.


Mungkin memang sudah seperti ini garis kehidupan yang telah ditetapkan untukku. Aku tidak pernah menyalahkan siapapun. Aku menerima semua ini dengan lapang dada, meski agak berat terasa. Senyuman-senyuman yang pernah disuguhkan buatku ternyata itu bukan seperti yang kuduga. Aku terjebak dalam memandang senyuman itu, aku terlalu cepat merasa.
Balasan bait-bait cinta yang kuterima darinya ternyata hanya bagaikan angin yang bertiup sejenak. Lalu pergi lagi dan terus bertiup ke arah lain. Sungguh aku banyak menyimpan harapan dari balasan bait-bait itu. Semua yang tertulis jelas bahwa kesediaan hatinya untukku. Hingga aku sudah menyimpan beribu harapan bahwa ia adalah titipan Tuhan yang akan mendampingi hidupku kelak.
Harapanku untuk membangun istana dan singgana buat masa depan kami berdua terkubur sudah, terkubur dalam perasaanku yang sudah hancur berkeping-keping.
Jika dari dari awal dia berterus terang, mungkin tidak seperti ini hancurnya perasaan ini. Sikapnya yang begitu ramah bertutur sapa padaku dan pengertiannya yang amat mendalam di awal-awal aku menyatakan perasaanku padanya telah menanam bibit cinta dan sayang dihatiku untuknya.
Pernah suatu malam aku ingin berangkat ke sebuah kota, kota yang jauh dari tempatku menetap. Aku menemuinya untuk memberi tau bahwa aku akan berangkat malam  ini  karena ada urusan yang harus kuselesaikan dikota yang kumaksud. Mulutnya terbata-bata mengatakan
 Ja…ngan….pergi…! Ja…ngan tinggalkan aku sendirian disini…!”
Airmatanya hampir menetes, aku tak tahan dan langsung meninggalkannya. Dalam perjalanan menuju kota yang kutuju, perasaanku gembira sekali. Hatiku senang dan mulailah hatiku bergumam bahwa dia memiliki perasaan cinta untukku. Ternyata dugaanku salah, semua itu hanya untuk mengembirkanku sesaat.
            Coba bayangkan, hampir satu tahun aku hidup dalam harapan cinta itu. Betapa perih dan pedihnya perasaan jiwa dan hatiku menerima jawaban yang berlarut-larut, yang pada akhirnya berujung kesedihan bagiku. Andai ia tau perasaan ini hancur berkeping-keping. Andai ia tau betapa sakitnya hidup dalam penantian yang hampa. Andai ia tau betapa penat dan letihnya jiwa ini mengorbankan waktu dan harga diri demi mengharapkan cintanya yang tak pasti.
Tidak kah ia mengerti betapa besar perjuanganku untuk menggapai hatinya? Mungkin  jika ia tau itu, Ia tidak akan melakukan hal ini kepadaku. Betapa banyak deraian  air mata yang telah terbuang sia-sia karenanya. Tapi, aku tidak merasa rugi melakukan hal ini. Malahan ada kebahagiaan tersendiri di hatiku. Tapi… aku tidak tau apakah ini yang dinamakan airmata cinta! Atau airmata kerinduan ! atau air mata kesedihan ! Tuhan…Kenapa air mata ini terus berderai? Apakah salah jika hamba meneteskan airmata ini untuk mengharapkan cintanya? atau hamba salah karena memiliki rasa yang berlebihan padanya? Apa aku terlalu hina dihadapannya? Apa aku tidak pantas berada dihatinya?
“Beginilah gumam hatiku dalam tangisan-tangisan itu”.
Mungkin tidak sekali aku menangis, berkali-kali. Bayangkan saja cinta ini bersemi di hatiku bukan sesaat ini tapi sudah ber…tahun-tahun lamanya. Berarti bahwa airmata ini mengalir sepanjang tahun untuk dirinya
Kawan-kawanku bilang aku terlalu bodoh karena terlalu berharap. Sampai-sampai mereka bilang aku pengemis cinta, telah menurunkan martabat & derajat kita-kita semua. Semestinya tampang sepertiku tidak pantas melakukan ini. Ha…ha…hanya ini yang bisa kujawab.
Mungkin aku lebih baik dari mereka. Aku punya hati, layak dong aku mencintai. Daripada mereka yang mati rasa, punya hati tapi tak punya rasa. Aku pernah mendengar sebuah ungkapan;
Dan mustahil engkau dapat merasakan kelezatan cinta tanpa mencintai terlebih dahulu. Mustahil engkau merasakan kenikmatan cinta tanpa merasakannya. Cinta itu memenuhi hatimu. Membangkitkan semua sudut dirimu dan mengalir di urat nadimu.
Kalau seandainya ia berterus terang dan bersikap jujur pada awal-awalnya, mungkin tak seperti ini perasaanku jadinya. Mungkin aku tidak akan pernah berharap lagi dan aku akan menjadi orang bersikap biasa saja dengannya. Andai ia berada di posisiku maka ia akan merasakan kepahitan yang mendalam. Dan ia akan sadar bahwa ternyata sangat sedih jika bertepuk sebelah tangan.
Padamlah api cintaku untuknya. Tidak sedikitpun cinta itu membekas lagi dihatiku. Tinggallah kepahitan yang yang menghiasi hatiku. Di akhir semua itu aku hanya meninggalkan sebuah kata buatnya:
Jika hidupku adalah penantianmu… Maka aku akan menantimu untuk hidup… Jika cinta adalah suka duka... Maka aku akan berduka… Jika mengharapkanmu adalah penderitaan… Maka aku akan menderita untuk mengharapkanmu… Jika kau minta aku menjauh agar kau bahagia… Maka aku akan pergi jauh untuk kebahagianmu… Jika cinta-mu bukan untuk-ku… Maka tidak akan kugali lagi cinta itu dihatimu.


 

3 komentar:

  1. Jadi sedih, sabar ya bro... :)

    BalasHapus
  2. pindahkanlah hatimu sesukamu, hati hanyalah milik tempat yg pertama, seberapa besar tempat dibuka ini yg di singgahi seorang gadis, namun kecintaannya hanya tempat yg pertama..

    BalasHapus
  3. Segitu susahkah berbagi tempat di hatimu...

    BalasHapus

Terima Kasih Atas Komentar Anda

Site Info

Foto saya
Tapeubeudoh Marwah Bangsa..!!

Pengikut

Tapeubeudoh Marwah Bangsa...
PlanetBlog - Komunitas Blog Indonesia
Blog Directory & Search engine
PlanetBlog - Komunitas Blog Indonesia